ECM E-kom Cyber Media

Carilah Ilmu Selagi Hayat Dikandung Badan

Selamat Datang

Posted by Eko pada Maret 14, 2008

Selamat datang di E-kom Cyber Media

HARI PENDIDIKAN NASIONAL

ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karya
tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan

Itulah tiga kalimat dari ajaran seorang ningrat Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian mengganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Pelopor Perguruan Taman Siswa ini kemudian diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional dan hari lahirnya 2 Mei (1889) diabadikan menjadi Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah pada tahun 1959.

Tidak hanya dalam bidang pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara pun sebelumnya aktif dalam masa pergerakan nasional di dalam organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 dan Indische Partij pada tahun 1912. Sebuah momen yang kita kenal menjadi Kebangkitan Nasional, dirayakan setiap 20 Mei. Bahkan pada tahun 1913 beliau secara politik aktif dalam menentang Perayaan Seratus Tahun Belanda dari Prancis melalui Komite Bumiputra. Ditentangnya perayaan tersebut adalah karena pihak Belanda memeras rakyat untuk kepentingan perayaan tersebut. Salah satu ucapannya yang ditulis dalam koran Douwes Dekker de Express adalah bertajuk Als Ik Eens Nederlander Was –Seandainya Aku Seorang Belanda–

Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.
Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun.

Akibat tulisan tersebut beliau dibuang tanpa proses pengadilan ke Pulau Bangka oleh Gubernur Jendral Idenburg, namun atas tulisan Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo hukuman tersebut berganti menjadi dibuang ke negeri Belanda.
Sepulang dari pengasingan di Belanda –yang beliau gunakan juga untuk memperdalam ilmu– ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa –Perguruan Nasional Tamansiswa– pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Dari sinilah lahir konsep pendidikan nasional, hingga Indonesia merdeka Ki Hadjar Dewantara pun menjadi Menteri Pendidikan dan meninggal pada 28 April 1959 di Yogyakarta

MUSIM UJIAN TELAH TIBA

Musim Ujian Semester II dan Ujian Akhir Sekolah telah tiba, inilah saatnya siswa-siswi SD, SMP, SMA maupun SMK mempersiapkan diri lebih matang agar dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Bagi siswa SD, SMP dan SMA inilah saatnya anda membuktikan apakah anda berhasil atau tidak dalam menempuh ujian yang sebentar lagi akan dilaksanakan, jika anda berhasil apalagi dengan nilai yang sangat memuaskan tentu anda dapat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi dan sudah pasti anda juga merasa puas. Bagi siswa SMK setelah 3 tahun anda di didik dengan berbagai macam keterampilan inilah saatnya anda membuktikan dapatkah anda masuk atau bahkan menciptakan lapangan kerja yang baru dengan ilmu yang telah anda dapatkan selama anda duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan tentunya dengan catatan anda harus bisa meloloskan diri dari berbagai macam ujian yang akan anda laksanakan sebentar lagi. Sebagai pertimbangan betapa ruginya anda jika anda harus mengulang selama 1 (satu) tahun lagi jika anda tidak bisa melewati Ujian Akhir Nasional ini dengan baik, karena Ujian Akhir Nasional kali ini tidak lagi mengenal adanya istilah Ujian Susulan atau Ujian Ulang untuk siswa yang tidak Lulus pada Ujian Akhir Nasional. Semoga saja anda semua siswa-siswi SD, SMP, SMA dan SMK Lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.

BUPATI BENGKALIS, H SYAMSURIZAL; OPEN BOOK: UNTUK MENCIPTAKAN GENERASI LITERAT

Jakarta – Minggu terakhir di bulan Agustus dua tahun lalu. Tepatnya di depan stand pameran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bengkalis. Di sebuah ‘buku raksasa’ berukuran sekitar 3 x 5 meter, dengan huruf warna-warni, Bupati H Syamsurizal menuliskan delapan butir pesan nan bijak. Mengenai arti penting sebuah buku dan manfaat gemar membaca. Diantaranya pesan yang dituliskan orang nomor satu di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, adalah, ‘Budaya baca hanya bersemi manakala kita secara sadar mengisi waktu (to full time) dengan membaca. Bukan membaca sekedar untuk menghabiskan waktu (to kill time)’. Kemudian, masih tulis Bupati Bengkalis, H Syamsurizal; ‘Sebuah ruang tanpa buku adalah ruang tanpa jiwa’, ‘Tak ada kapal seperti sebuah buku yang mampu membawa kita ke ruang yang lebih jauh’, serta ‘Pelajar tanpa buku adalah bukan pelajar. baca terus……yuk

Penangkapan Psikotropika Terbesar Pertama Di Riau
27-March-2008

15 ribu extasi dan 550 gram shabu diamankan Polres Bengkalis

BENGKALIS – Prestasi gemilang dicatat jajaran Polres Bengkalis dalam menangkap pengedar narkoba di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Selasa (25/3) lalu, jajaran Polsek Tebing Tinggi berhasil menangkap pelaku penyelundupan psikotropika jenis extasi dan shabu-shabu dengan mengamankan barang bukti berupa 15 ribu pil extasi dan 550 gram shabu-shabu. Tak tangung-tanggung, Kapolda Riau Sutjiptadi pun langsung datang ke Mapolres Bengkalis untuk mengekspos hasil tangkapan terbesar yang pernah terjadi di Riau yang bernilai sekitar Rp. 3 milyar itu. Seterusnya….

Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak.

Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda.
Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: